Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Ibu dan anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Ibu dan anak. Tampilkan semua postingan

15/12/10

Tip Memilih BOTOL SUSU

Sesuaikan ukuran dot dengan kebutuhan bayi.

Ukuran dot umumnya disesuaikan dengan ukuran mulut bayi. Untuk bayi kecil, berikan dot berukuran kecil dengan lubang yang kecil pula. Demikian juga dengan bayi sedang dan besar. Ukuran dot yang tidak sesuai bisa membuat bayi tersedak dan mengganggu pernapasan. Misal, bayi kecil diberi dot besar. Atau, bayi besar diberi dot kecil, maka dia akan cepat lelah karena kemampuan isapnya sangat kuat sementara volume air susu yang keluar amat sedikit. Umumnya, produsen sudah melakukan serangkaian penelitian saat membuat dot, dengan memerhatikan aspek anatomi rahang, ukuran mulut, kemampuan isap, dan sebagainya.

Sesuaikan dengan daya isap bayi.

Saat ini ada dua bahan dot yang banyak dijual di pasaran, yaitu silikon dan lateks (karet). Silikon umumnya berwarna putih sementara lateks kuning. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Dot karet lebih lentur dan lembut tapi umumnya mudah rusak. Dot karet juga mudah berjamur dan menimbulkan bau. Sebaliknya, silikon kurang lembek tapi awet dan tahan lama.

Untuk memilih dot dari bahan yang mana, kenali dulu refleks isap si kecil. Bila kemampuan mengisapnya cukup kuat, dot silikon bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, jika refleks isapnya lemah, pilihlah dot karet. Yang pasti, jangan pilih dot dari bahan yang tidak fleksibel dan mudah rusak.

Desainnya menyerupai bentuk rahang bayi.

Namanya, dot orthodontic, yang artinya meratakan gigi. Dot ini membantu perkembangan rahang dan gigi lebih rapih, meski belum ada penelitian pasti.

Dot khusus untuk bayi dengan kelainan celah bibir dan langit-langit mulut.

Ukurannya lebih panjang dari ukuran normal, sehingga air susu yang diisap langsung tertelan ke tenggorokan. Sayangnya, dot ini sulit dijumpai di pasaran dan hanya ada di klinik/rumah sakit tertentu.

Memiliki ring pengatur derasnya keluar air susu.

Jika diputar ke arah tertentu, aliran susu akan semakin deras atau sebaliknya. Ada tiga pengaturan yang baku, yaitu lambat, sedang, dan cepat. Jadi, bisa distel sesuai kebutuhan. Namun, seberapa penting kebutuhan kelengkapan ini tergantung kondisi bayinya. Jika bayi mengalami kelainan jantung, sangat dianjurkan memiliki kelengkapan ini, karena bayi tak dianjurkan mengisap air susu terlalu deras. Jika tidak, napas bayi bisa tersengal-sengal bahkan menimbulkan tersedak.

Dot bersendok sebagai alternatif.

Penting diingat, penggunaan dot merupakan alternatif terakhir buat ibu atau bayi yang mengalami masalah. Untuk ibu bekerja, penggunaan dot tidak disarankan karena bisa menyebabkan bayi bingung puting. Bingung puting terjadi karena proses menyusu lewat payudara lebih sulit ketimbang dot. Akibatnya, bayi lebih memilih dot ketimbang menyusu dari payudara. Nah, agar bayi terhindar dari bingung puting, cara yang aman dengan menggunakan sendok. Saat ini, di pasaran banyak dijual botol dengan ujung kepala dot bersendok. Produk ini bisa dijadikan alternatif bagi ibu bekerja.

Saat tepat ganti dot.

Tentu jika secara fungsi sudah tidak maksimal. Antara lain, bentuknya tidak fleksibel lagi, dotnya tak bisa mengembang-ngempis lagi sehingga bayi tak bisa mengisap dengan baik. Juga terdapat kerusakan yang menyebabkan volume air susu yang keluar tak dapat dikontrol; beberapa kelengkapannya seperti regulator atau lubang dot sudah rusak; atau bayi sudah lebih besar sehingga membutuhkan dot dan botol yang lebih besar.

Tip Memilih BOTOL SUSU

* Sesuaikan ukurannya dengan kebutuhan bayi.

Di pasaran terdapat berbagai ukuran botol, yang biasanya menyatu dengan dot. Untuk ukuran kecil 30-50 ml, sedang 120 ml, dan besar di atas 200 ml. Sesuaikan dengan kebutuhan asupan susu si kecil.

* Terbuat dari bahan tahan panas, tak mudah pecah, dan tak beracun.

Sehingga proses sterilisasi bisa dilakukan dengan aman dan mudah. Botol yang terbuat dari bahan gelas lebih awet, tahan lama, dan proses sterilisasinya mudah. Hanya saja, botol ini cukup berat hingga kurang nyaman digunakan, disamping mudah pecah. Berbeda dengan botol plastik yang lebih tahan lama. Bayi pun aman memegang botolnya sendiri.

* Hindari memilih botol dengan banyak gambar.

Sebab, gambar-gambar itu berisiko terkelupas saat disterilisasi dalam air mendidih. Sedangkan botol dengan aksesori, seperti kepala boneka atau mainan boleh saja dijadikan pilihan, selama tak menyulitkan proses sterilisasi atau pemberian susu kepada bayi.

* Memiliki perlengkapan regulator antisedak untuk bayi 0-3 bulan.

Regulator berupa sekat ini berguna untuk membuka tutup keluarnya air susu. Dengan regulator, maka isi susu tidak keluar jika tidak diisap. Pun saat sedang menyusu lalu bayi terlelap tidur, keberadaan regulator sangat membantu. Regulator juga sangat efektif menghindari bayi tersedak air susu. Tidak cuma itu. Sekat ini juga berguna untuk menahan aliran susu jika botol miring/terbalik. Saat bepergian dimana kita sering menyimpan botol dalam tas, tak ada kekhawatiran lagi air susu akan tumpah.

* Botol susu dengan pegangan untuk bayi 6 bulan ke atas.

Beri kesempatan pada si kecil untuk memegang botolnya sendiri. Dengan begitu, selain menikmati susu, kemampuan motoriknya juga akan terlatih
http://kautsarku.wordpress.com
Read More......

Tips Mengoptimalkan Perkembangan Gerak/Motorik Bayi 10-12 Bulan

Usia 10-12 bulan

Menjelang usianya satu tahun, kepandaian serta ketrampilan bayi makin
berkembang. Tonggak kepandaian motor kasarnya yg paling menonjol pada
usia ini adalah semakin mahirnya ia melangkahkan kakinya. Kini si kecil
semakin rajin melangkahkan kakinya ke samping sambil berpegangan pada
perabot rumah tangga. :Jatuh bangun” adalah hal yg biasa yg akan dialami
bayi dalam mengoptimalkan kemampuan jalannya. Oleh karena itu, sekali
lagi, keamanan di sekitar anak harus terjaga.

Di usia 10 bulan bayi sudah dapat duduk tanpa bantuan. Dengan
menggunakan kekuatan otot lengan dan bahunya si kecil juga mulai mampu
membangkitkan tubuhnya ke posisi berdiri. Semua ketrampilan ini bisa
dilakukan bayi karena ia semakin pandai mengontrol otot punggung dan
bahu. Selain membangkitkan tubuhnya ke posisi berdiri si kecil juga
senang melakukan aktivitas bangkit dari duduk untuk kemudian duduk
kembali.

Mulai usianya yg ke-11 bulan, yg paling menonjoldalam kemampuan motor
kasar si kecil adalah dapar berdiri sendiri dalam waktu kurang lebih 2
detik. Pada saat ini tampaknya si kecil suka berdiri tanpa bantuan
apapun. Hal ini terjadi karena kontrol dirinya akan keseimbangan semakin
berkembang, sehingga membuat si kecil terbiasa berdiri di atas kedua
kakinya.
Dalam melakukan aktivitas berlatih berdri tanpa bantuan ini, si kecil
akan meluruskan tungkainya dari posisi tengkurap atau duduk. Lalu ia
akan mengangkat tubuhnya dengan bertumpu pada kedua telapak tangannya.
Kesenangan barunya ini membuat bayi “malas” untuk duduk kembali.
Kalaupun ingin kembali ke posisi duduk, ia akan berpegangan apda meja.
Lagipula si kecil kini sudah dapat berdiri tegak 900 secara gagah dan
dilanjutkannya denganberjalan dua tiga langkah yg akan dicobanya lagi
terus menerus untuk meyakinkan dirinya, bahwa ia sekarang dapat menapak
dunia tanpa bantuan siapapun.
Selain sudah dapat berdiri sendiri, si kecil kini akan menjadi tukang
panjat. Sekarang ia akan mencoba memanjat barang-barang yg tampaknya
menarik untuk didaki seperti meja, kursi dan tangga. Jika menemukan
barang yg dapat dipanjat dengan lincah si kecil akan memanjatnya. Oleh
karena itu jangan tinggalkan si kecil memanjat tanpa pengawasan.
Memasuki usia 12 bulan sebagian besar bayi telah siap untuk jalan walau
kelihatan masih limbung. Berjalan merupakan pengalaman baru yg amat
mengasyikkan. Namun kadang-kadang si kecil memilih merangkak ketika
bermain, mungkin karena aktivitas ini dapat membuatnya bergerak lebih
cepat.
Berjalan merupakan aktivitas yg memukau dan dianggap oleh banyak orang
sebagai satu tonggak bersejarah dalam perkembangan fisik anak. Dapat
berjalan merupakan pencapaian puncak dari aktivitas motor kasar.
Perkembangan Gerakan:
Bangkit untuk berdiri dan bangkit lalu duduk kembali.
Untuk melatihnya, dudukkan bayi di permukaan seperti lantai atau
kasur, dan biarkan ia mencoba sendiri untuk berdiri atau bangkit untuk
kemudian duduk sendiri.
Mulai mampu memanjat ketinggian 15-30 cm
Dudukkan bayi di lantai dan beri mainan yg disukainya. Ambil mainan
tersebut dan letakkan di tempat yg lebih tinggi. Usahakan ia melihat
mainan tersebut dipindahkan dan katakan “Ambil nak”, sambil
menepuk-nepuk tempat tersebut. Anak akan berusaha meraih mainan tersebut
dengan merambat, lalu memanjat tempat tinggi tersebut. Dampingi anak
dari belakangsambil beri dorongan. Jika ia menemukan kesulitan bantu
dengan mendorong pantatnya.
Mulai dapat berjalan walau masih 2-3 langkah dan kemudian jatuh terdudu karena keseimbangannya belum sempurna.
Ketika sudah mulai berjalan, langkah si kecil masih limbung.
Sudah dapat berjalan.
Kadang-kadang walaupun sudah dapat berjalan si kecil masih suka merangkak, karena aktivitas ini berlangsung lebih cepat, apalagi jika ia menginginkan sesuatu benda yg jauh untuk dijangkaunya.
Ajaklah si kecil berjalan di luar ruangan, misalnya di halaman rumah atau taman. Ia membutuhkan ruang yg luas untuk mencoba kaki-kakinya bergerak lincah.
Biarkan ia menjelajah ruangan dengan kakinya tanpa dipegang, yg penting awasi agar ia tidak membentur benda keras seperti ujung meja.

http://kautsarku.wordpress.com
Read More......

28/09/10

Cara Tepat Menggendong Bayi

Setelah 9 bulan merasakan hangatnya suasana dalam kandungan bunda, tubuh bayi baru lahir masih terus membutuhkan kehangatan tersebut. Menggendong dan memeluknya adalah cara tepat untuk menggantikan semua itu.
Menggendong bayi baru tampaknya gampang, tapi bisa juga merepotkan bagi yang tak biasa. Misalnya, tangan mana dulu yang sebaiknya menyentuh si kecil? Bagian mana dari tubuhnya yang perlu disangga? Kapan Anda dapat mengangkatnya? Jangan khawatir! Ikuti saja cara-cara berikut ini. Ditanggung Anda langsung mahir menggendong si buah hati!

- Ketika bayi Anda telentang di atas tempat tidur, sisipkan salah satu telapak tangan (tangan kiri, misalnya) di punggung dan bokongnya. Kemudian, sisipkan telapak tangan kanan Anda ke belakang leher dan kepalanya.

- Angkat si kecil secara perlahan. Seluruh tubuhnya tersangga dengan baik dan kepalanya tidak akan berputar karena sudah disangga oleh tangan kanan Anda.

- Dengan hati-hati, pindahkan kepalanya ke bagian dalam siku atau bagian dalam lengan Anda. Dalam keadaan ini, bayi merasa nyaman karena kepala, leher dan seluruh tubuhnya tersangga dengan baik.

- Untuk memeluk bayi dan menyandarkannya ke bahu Anda, sangga leher dan kepalanya dengan tangan yang lebih bebas (tidak menyangga leher dan kepala), lalu pindahkan posisi bayi menyandar ke bahu. Sangga berat badannya dengan cara meletakkan telapak tangan di bokongnya. Jaga kepala dan lehernya yang masih lemah dengan telapak tangan yang lain.

http://kautsarku.wordpress.com
Read More......

Cara Tepat Atasi Batuk Pilek pada Anak

Duh, enggak tega rasanya bila melihat si kecil yang masih bayi terserang batuk dan pilek. Kalau hidungnya tersumbat, tidurnya jadi tak nyenyak. Dari dadanya juga terdengar suara grok...grok...grok. Harus bagaimana, ya?

I mbauan ASI eksklusif jelas tidak main-main. Kalau bayi dilahirkan dengan kondisi sehat, pertumbuhan berat badannya sesuai standar dan ia memperoleh ASI eksklusif selama 6 bulan, boleh dijamin ia akan terbebas dari segala macam penyakit. "Kalaupun sakit, biasanya sangat ringan dan bisa diredakan dengan pemberian ASI saja. Apalagi pada bulan-bulan pertama, bayi masih memiliki antibodi milik ibunya yang diperoleh lewat ari-ari. Jadi sebenarnya ia bisa bebas dari penyakit," ungkap dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A .

Tradisi yang tidak mengizinkan bayi keluar sebelum usia 40 hari ada benarnya karena membuatnya jadi tak terpajan pihak luar. Lewat usia 6 bulan biasanya lingkungan bayi makin meluas. Nah, setelah usia 6 bulan barulah penyakit biasanya mulai menjangkiti si kecil. Mengapa? Pertama, saat usia 6 bulan peran ASI mulai berkurang dengan adanya makanan tambahan semipadat. Kedua, setelah usia 6 bulan, bayi mulai mengenal lingkungan luar selain keluarganya.

Bahkan pada kenyataannya, sebelum usia 6 bulan banyak bayi yang sudah terserang batuk pilek. Penyebabnya, apalagi kalau bukan karena ia tak mendapat ASI eksklusif dengan berbagai alasan. "Akhirnya jumlah antibodi dalam tubuh bayi berkurang dan bayi jadi gampang sakit," ujar staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta ini.

PENYAKIT RINGAN

Namun sekali lagi, penyakit yang menjangkiti bayi biasanya merupakan penyakit ringan dan penyebabnya adalah virus. "Karena penyebabnya virus, mestinya batuk-pileknya tidak buru-buru diberi antibiotik. Antibiotik tidak dapat membunuh virus," tukasnya.

Tak perlu juga buru-buru memberinya obat karena obat yang dibilang ringan pun selalu memiliki efek samping. "Jangan lupa, organ tubuh bayi belum matang. Oleh sebab itu, bila penyakitnya tidak berbahaya tak perlu diberi obat," saran Waldi.

Sebagai langkah awal, cari penyebab batuk si kecil. Pemicu batuk yang paling sering adalah polutan seperti asap atau debu. Walau polutannya hanya sedikit tetap saja bisa menyebabkan bayi batuk. Oleh sebab itu, hindari merokok di dekat bayi atau di dalam rumah.

Air conditioner (AC) atau penyejuk ruangan bisa juga merupakan biang keladi batuk pilek pada bayi, karena ia sebenarnya "didesain" untuk tidak berada dalam ruangan ber-AC. Jadi, bayi sebenarnya lebih senang berada di udara hangat ketimbang dingin. "Yang senang udara dingin, kan, orang tuanya, maka dipasanglah AC," kata Waldi.

Menurutnya, ruangan ber-AC yang biasanya tertutup sangat memungkinkan virus yang ada di dalamnya tidak bisa dienyahkan. Walaupun katanya ada AC yang sanggup memfiltrasi kuman, tidak dijamin kuman yang menempel di pegangan pintu atau tepi tempat tidur bisa terhapus. Kalau seseorang di dalam ruangan itu sakit, ia akan dengan mudah menulari orang lain yang masuk ke kamar tersebut. "Namun bukan berarti bayi tidak boleh berada di ruangan ber-AC, hanya saja setiap hari jendela dan pintu ruang itu harus dibuka lebar-lebar sebagai jalan pergantian udara, dan tidak lupa membersihkan semua perabot di kamar itu secara teratur."

BERI BANYAK MINUM

Nah, bagaimana dengan penanganan batuk-pilek si kecil? Untuk memperlancar hidung bayi yang tersumbat tetesi dengan larutan NaCl fisiologis yang bebas dibeli di mana saja dengan harga relatif sangat terjangkau. Larutan tersebut berfungsi mencairkan lendir dan biasanya dijual dengan kemasan 25 ml dan bertuliskan Sodium Chloride 0,9 %. "NaCl fisiologis bukan obat tapi larutan yang sama dengan cairan tubuh, sehingga dapat diteteskan pada hidung bayi sesering mungkin tanpa menimbulkan efek samping."

Batuk berdahak bisa diatasi dengan memberi bayi minum lebih banyak daripada biasanya. Tujuannya agar dahak menjadi encer dan mudah keluar. "Balsam boleh-boleh saja dibalurkan karena uap yang terhirup dapat memberi wangi yang enak pada bayi. Tapi waspadai zat-zat yang terkandung di dalamnya karena bisa menimbulkan reaksi pada kulit bayi. Sebagai percobaan, oleskan balsam sedikit. Bila tidak ada reaksi seperti merah-merah pada tubuh bayi bisa dioleskan pada dada dan punggungnya."

Suara grok-grok yang biasanya terdengar saat bayi tidur tak perlu dikhawatirkan. Suara tersebut muncul karena ada lendir yang terkumpul di jalan napas bagian atasnya. Selama bayi dapat tidur nyenyak, asupan makan dan minumnya tak terganggu, serta tumbuh kembangnya setiap bulan tampak baik berarti ia hanya terjangkit penyakit ringan. Dahak pada manusia, kata Waldi, sebenarnya tidak perlu selalu dikeluarkan lewat mulut karena akan dikeluarkan secara alamiah oleh saluran napas. Contohnya, karena bayi belum memiliki kemampuan untuk meludah, dahak yang sudah keluar di rongga belakang mulut (farings) akan tertelan dengan sendirinya masuk ke dalam saluran cerna.

GEJALA RAWAN

Sebagai informasi, penyakit saluran napas seperti batuk pilek biasanya berlangsung selama 3 hingga 10 hari. Bila dalam batas waktu tersebut bayi masih terserang batuk pilek tanpa penyebab yang jelas tentu perlu segera diperiksakan ke dokter. "Kadang-kadang orang tua terlalu khawatir. Saat mendengar bayinya batuk langsung panik. Padahal bayi batuk sekali dua kali, kan boleh-boleh saja karena mungkin tenggorokannya kemasukan sesuatu."

Lain bila batuk pilek yang dialami sampai menyebabkan si kecil rewel, tidak bisa tidur, dan tidak bisa minum atau makan. "Nah, ini jelas serius sehingga harus dibawa ke rumah sakit, " ujar Waldi. Gejala penyakit lain yang mengharuskan bayi ditangani serius adalah (1) tidak mau makan-minum (2) napas cepat, dan (3) muntah-muntah. Kalau sampai bayi tidak mau makan dan minum, hal ini menunjukkan penyakit yang serius.

Tak mau makan dan minum bisa dikarenakan napas bayi yang sudah memburu. Patokan frekuensi napas yang sudah masuk kategori berbahaya adalah lebih atau sama dengan 50 kali permenit untuk bayi higga usia 1 tahun. Untuk itulah orang tua mesti menghitung jumlah napas bayi saat ia terlihat tersengal-sengal. "Agar hitungannya tidak salah, lakukan saat bayi dalam keadaan tenang sambil dipangku, misalnya. Bila jumlahnya sampai 50 kali setiap menit atau lebih, segera larikan bayi ke rumah sakit. "

Muntah-muntah juga merupakan gejala yang perlu dicermati. Walau agak sulit menentukan frekuensi yang sudah dianggap rawan, sebagai patokan bila muntah itu terjadi setiap kali bayi diberi asupan minuman dan makanan, berarti kondisinya cukup serius. Kalau bayi sudah muntah-muntah sekitar 3-4 kali dalam sehari, lebih baik bawa dia ke dokter. Yang dikhawatirkan, akibat muntah-muntah yang dialami, bayi tidak mendapat asupan gizi yang cukup. Muntah sendiri bisa menunjukan gejala penyakit pada saluran napas, saluran cerna, penyakit saraf pusat dan lainnya. Nah, kalau ini yang terjadi, bawalah segera bayi Anda ke dokter yang berkompeten.

IMUNISASI TETAP BERLAKU
Y ang perlu diketahui, anggapan bahwa bayi sakit tak boleh diimunisasi sebenarnya kurang tepat. Jika bayi terjangkit penyakit ringan seperti batuk pilek, maka secara teori jadwal imunisasinya tak perlu terganggu. Saran Waldi , kalau sudah tiba jadwal imunisasi, walau sedang flu, sebaiknya bayi tetap dibawa ke dokter. "Biar dokter yang memutuskan melalui pemeriksaan. Bila kondisi bayi baik, dokter akan tetap memberi imunisasi. Sebaliknya bila sakitnya ternyata agak berat, imunisasi akan ditunda."

Lain halnya dengan bidan yang umumnya akan menunda imunisasi bila orang tua melaporkan kondisi si kecil sedang tak sehat. "Ini wajar karena bidan tidak bisa menentukan ringan tidaknya penyakit yang diderita bayi."

Faras Handayani.


http://kautsarku.wordpress.com
Read More......

Batuk pada anak

Batuk merupakan salah satu gejala yang paling sering ditemukan pada anak, dan merupakan keluhan yang seringkali menyebabkan orang tua membawa anak mereka ke dokter.

Batuk merupakan gejala dari sebagian besar infeksi pernapasan. Infeksi pernapasan meliputi:

Infeksi pernapasan atas, seperti pilek (dikenal juga sebagai common colds, hidung beringus, nasofaringitis akut atau faringorinitis akut.)

Infeksi pernapasan bawah, seperti pneumonia, bronkitis, bronkiolitis.

Kadang-kadang batuk terdengar hebat. Namun demikian, biasanya batuk bukan merupakan gejala yang membahayakan. Sebenarnya batuk merupakan suatu refleks tubuh untuk membantu membersihkan jalan napas. Namun demikian, batuk dapat menjadi alasan untuk berkunjung ke dokter. Kita perlu mengenal jenis-jenis batuk, agar kita tahu bagaimana menanganinya dan mengetahui pula kapan sebaiknya kita meminta bantuan medis.

Jenis-jenis batuk dan Apa Maknanya

• Batuk "Menggonggong"

Batuk seperti ini biasanya disebabkan oleh croup, yaitu suatu peradangan pada larings dan trakea yang dicetuskan oleh alergi, perubahan suhu di malam hari, atau yang paling sering adalah infeksi pernapasan atas akibat virus. Pada anak kecil, saluran napas yang kecil akan semakin menyempit ketika mengalami peradangan. Pita suara pun akan membengkak sehingga anak mengalami kesulitan bernapas. Anak usia kurang dari 3 tahun paling sering menderita croup. Croup dapat muncul mendadak di tengah malam, sehingga orang tua pun khawatir. Walaupun kebanyakan kasus dapat ditangani di rumah, apabila anak dicurigai mengalami croup, hubungilah dokter untuk mendiskusikan kondisinya.

• Batuk Rejan (" Whooping Cough)

Bunyi "whoop" adalah bunyi yang terjadi setelah batuk, yaitu pada saat anak tersebut berusaha menarik napas dalam setelah batuk terus-menerus selama berberapa kali. Jika anak mengeluarkan bunyi "whoop" (yang terdengar seperti "hoop") setelah batuk terus-menerus sebanyak beberapa kali, kemungkinan besar ada gejala pertusis (batuk rejan) -terutama jika anak anda belum menerima vaksinasi difteri/tetanus/pertusis (DTP/DTaP).

Di lain pihak, bayi yang menderita pertusis biasanya tidak mengeluarkan bunyi "whoop" setelah episode batuk yang panjang, tetapi bayi seperti ini dapat kekurangan oksigen atau bahkan berhenti napas karena penyakit ini. Pada bayi dan anak yang masih sangat kecil, pertusis dapat mematikan. Oleh karena itu, segera hubungi dokter.

• Batuk dengan Mengi

Batuk yang disertai bunyi mengi saat anak mengeluarkan udara napas, ini mungkin menandakan adanya suatu "sumbatan" di jalan napas bawah. Sumbatan ini dapat disebabkan oleh pembengkakan akibat infeksi pernapasan (seperti bronkiolitis atau pneumonia), asma, atau akibat adanya suatu yang tersangkut di jalan napas. Pada keadaan seperti ini, hubungilah dokter, kecuali kalau anak anda sudah sering mengalami masalah ini dan anda telah mempunyai obat, seperti inhaler atau nebulizer, disertai dengan petunjuk penggunaan obat tersebut untuk menangani asma di rumah. Apabila anak tidak membaik dengan pengobatan tersebut, hubungi dokter.

• Stridor

Berbeda dengan mengi, stridor merupakan suara napas yang berisik dan kasar yang terdengar pada saat anak menghirup napas. Jika terdengar stridor, segera hubungi dokter.

Stridor, paling sering disebabkan oleh pembengkakan di jalan napas atas, biasanya akibat croup karena virus. Namun, kadang-kadang dapat juga timbul akibat adanya benda asing yang menyumbat jalan napas atau akibat infeksi yang lebih berat yaitu epiglotitis. Epiglotitis rnerupakan keadaan yang mengancam jiwa, dimana epiglotis mengalami pembengkakan dan menutupi aliran udara ke paru. Penyebab pembengkakan epiglotis yang paling sering adalah adalah infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe B (Hib). Namun, epiglotitis dapat juga timbul karena penyebab lain seperti luka bakar karena air panas, cedera di tenggorokan, dan berbagai infeksi virus dan bakteri.

•Batuk Mendadak

jika anak batuk secara tiba-tiba, mungkin anak tersedak makanan atau minuman masuk "jalur yang salah" yaitu ke saluran napas atau ada sesuatu (misalnya potongan makanan, muntahan, atau mungkin mainan atau uang logam) yang tersangkut di tenggorokannya atau jalan napasnya. Batuk membantu membersihkan dan membebaskan jalan napas dari sumbatan tersebut.

Batuk dapat berlangsung hingga semenit atau hanya sebentar saja diakibatkan tenggorokan atau jalan napasnya teriritasi. Akan tetapi, jika batuk tidak kinjung reda atau justru menjadi sulit bernapas, hubungi dokter. Jangan coba-coba membersihkan tenggorokannya dengan jari anda karena tindakan ini justru dapat mendorong sumbatan yang ada semakin jauh ke bawah ke pipa udara.

• Batuk Malam Hari

Banyak batuk yang memburuk pada malam hari. Hal ini karena pada saat anak berbaring di tempat tidur, sumbatan pada hidung dan sinus mengalir ke tenggorokan dan menimbulkan iritasi. Keadaan ini umumnya tidak mengkhawatirkan kecuali bila sampai mengganggu tidur si anak.

Asma juga dapat mencetuskan batuk malam hari karena jalan napas kita cenderung lebih sensitif dan menjadi lebih mudah teriritasi pada malam hari.

• Batuk Siang Hari

Biasanya ditimbulkan oleh alergi, asma, pilek (colds), flu, dan infeksi pernapasan lainnya. Udara dingin atau aktivitas dapat memperberat batuk, dan batuk ini seringkali membaik pada malam hari atau pada saat anak beristirahat. Pada keadaan ini, sebaiknya AC tidak dinyalakan, tidak ada binatang piaraan atau asap, yang menyebabkan anak batuk.

• Batuk disertai Pilek (Colds)

Kebanyakan pilek (colds) disertai dengan batuk. Oleh karena itu, dapat dimengerti jika saat anak anda pilek, ia juga mengalami batuk (kering atau berdahak). Batuk ini biasanya berlangsung selama 1 minggu ketika gejala pilek (colds) lainnya telah mereda.

• Batuk dengan Demam

Jika anak batuk, dengan demam yang tidak tinggi dan hidung beringus, kemungkinannya adalah ia menderita pilek (colds) biasa. Di lain pihak, batuk yang disertai 39 derajat Celcius atau lebih tinggi dimana anak tampak lesu dan napasnya cepat, pikirkan kemungkinan pneumonia. Pada kasus ini, hubungi dokter sesegera mungkin.

• Batuk dengan Muntah

Batuk yang berat pada anak seringkali merangsang refleks muntah. Biasanya, hal ini tidak membahayakan kecuali jika muntah berkelanjutan. Anak yang batuk dengan pilek (colds)/ flu atau asma, bisa muntah apabila lendir mengalir ke lambung dan menyebabkan mual. Perlu diingat, keadaan ini dapat merupakan hal yang biasa dan tidak berbahaya.

Batuk pada anak
Batuk merupakan salah satu gejala yang paling sering ditemukan pada anak, dan merupakan keluhan yang seringkali menyebabkan orang tua membawa anak mereka ke dokter.

Batuk merupakan gejala dari sebagian besar infeksi pernapasan. Infeksi pernapasan meliputi:

Infeksi pernapasan atas, seperti pilek (dikenal juga sebagai common colds, hidung beringus, nasofaringitis akut atau faringorinitis akut.)

Infeksi pernapasan bawah, seperti pneumonia, bronkitis, bronkiolitis.

Kadang-kadang batuk terdengar hebat. Namun demikian, biasanya batuk bukan merupakan gejala yang membahayakan. Sebenarnya batuk merupakan suatu refleks tubuh untuk membantu membersihkan jalan napas. Namun demikian, batuk dapat menjadi alasan untuk berkunjung ke dokter. Kita perlu mengenal jenis-jenis batuk, agar kita tahu bagaimana menanganinya dan mengetahui pula kapan sebaiknya kita meminta bantuan medis.

Jenis-jenis batuk dan Apa Maknanya

• Batuk "Menggonggong"

Batuk seperti ini biasanya disebabkan oleh croup, yaitu suatu peradangan pada larings dan trakea yang dicetuskan oleh alergi, perubahan suhu di malam hari, atau yang paling sering adalah infeksi pernapasan atas akibat virus. Pada anak kecil, saluran napas yang kecil akan semakin menyempit ketika mengalami peradangan. Pita suara pun akan membengkak sehingga anak mengalami kesulitan bernapas. Anak usia kurang dari 3 tahun paling sering menderita croup. Croup dapat muncul mendadak di tengah malam, sehingga orang tua pun khawatir. Walaupun kebanyakan kasus dapat ditangani di rumah, apabila anak dicurigai mengalami croup, hubungilah dokter untuk mendiskusikan kondisinya.

• Batuk Rejan (" Whooping Cough)

Bunyi "whoop" adalah bunyi yang terjadi setelah batuk, yaitu pada saat anak tersebut berusaha menarik napas dalam setelah batuk terus-menerus selama berberapa kali. Jika anak mengeluarkan bunyi "whoop" (yang terdengar seperti "hoop") setelah batuk terus-menerus sebanyak beberapa kali, kemungkinan besar ada gejala pertusis (batuk rejan) -terutama jika anak anda belum menerima vaksinasi difteri/tetanus/pertusis (DTP/DTaP).

Di lain pihak, bayi yang menderita pertusis biasanya tidak mengeluarkan bunyi "whoop" setelah episode batuk yang panjang, tetapi bayi seperti ini dapat kekurangan oksigen atau bahkan berhenti napas karena penyakit ini. Pada bayi dan anak yang masih sangat kecil, pertusis dapat mematikan. Oleh karena itu, segera hubungi dokter.

• Batuk dengan Mengi

Batuk yang disertai bunyi mengi saat anak mengeluarkan udara napas, ini mungkin menandakan adanya suatu "sumbatan" di jalan napas bawah. Sumbatan ini dapat disebabkan oleh pembengkakan akibat infeksi pernapasan (seperti bronkiolitis atau pneumonia), asma, atau akibat adanya suatu yang tersangkut di jalan napas. Pada keadaan seperti ini, hubungilah dokter, kecuali kalau anak anda sudah sering mengalami masalah ini dan anda telah mempunyai obat, seperti inhaler atau nebulizer, disertai dengan petunjuk penggunaan obat tersebut untuk menangani asma di rumah. Apabila anak tidak membaik dengan pengobatan tersebut, hubungi dokter.

• Stridor

Berbeda dengan mengi, stridor merupakan suara napas yang berisik dan kasar yang terdengar pada saat anak menghirup napas. Jika terdengar stridor, segera hubungi dokter.

Stridor, paling sering disebabkan oleh pembengkakan di jalan napas atas, biasanya akibat croup karena virus. Namun, kadang-kadang dapat juga timbul akibat adanya benda asing yang menyumbat jalan napas atau akibat infeksi yang lebih berat yaitu epiglotitis. Epiglotitis rnerupakan keadaan yang mengancam jiwa, dimana epiglotis mengalami pembengkakan dan menutupi aliran udara ke paru. Penyebab pembengkakan epiglotis yang paling sering adalah adalah infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe B (Hib). Namun, epiglotitis dapat juga timbul karena penyebab lain seperti luka bakar karena air panas, cedera di tenggorokan, dan berbagai infeksi virus dan bakteri.

•Batuk Mendadak

jika anak batuk secara tiba-tiba, mungkin anak tersedak makanan atau minuman masuk "jalur yang salah" yaitu ke saluran napas atau ada sesuatu (misalnya potongan makanan, muntahan, atau mungkin mainan atau uang logam) yang tersangkut di tenggorokannya atau jalan napasnya. Batuk membantu membersihkan dan membebaskan jalan napas dari sumbatan tersebut.

Batuk dapat berlangsung hingga semenit atau hanya sebentar saja diakibatkan tenggorokan atau jalan napasnya teriritasi. Akan tetapi, jika batuk tidak kinjung reda atau justru menjadi sulit bernapas, hubungi dokter. Jangan coba-coba membersihkan tenggorokannya dengan jari anda karena tindakan ini justru dapat mendorong sumbatan yang ada semakin jauh ke bawah ke pipa udara.

• Batuk Malam Hari

Banyak batuk yang memburuk pada malam hari. Hal ini karena pada saat anak berbaring di tempat tidur, sumbatan pada hidung dan sinus mengalir ke tenggorokan dan menimbulkan iritasi. Keadaan ini umumnya tidak mengkhawatirkan kecuali bila sampai mengganggu tidur si anak.

Asma juga dapat mencetuskan batuk malam hari karena jalan napas kita cenderung lebih sensitif dan menjadi lebih mudah teriritasi pada malam hari.

• Batuk Siang Hari

Biasanya ditimbulkan oleh alergi, asma, pilek (colds), flu, dan infeksi pernapasan lainnya. Udara dingin atau aktivitas dapat memperberat batuk, dan batuk ini seringkali membaik pada malam hari atau pada saat anak beristirahat. Pada keadaan ini, sebaiknya AC tidak dinyalakan, tidak ada binatang piaraan atau asap, yang menyebabkan anak batuk.

• Batuk disertai Pilek (Colds)

Kebanyakan pilek (colds) disertai dengan batuk. Oleh karena itu, dapat dimengerti jika saat anak anda pilek, ia juga mengalami batuk (kering atau berdahak). Batuk ini biasanya berlangsung selama 1 minggu ketika gejala pilek (colds) lainnya telah mereda.

• Batuk dengan Demam

Jika anak batuk, dengan demam yang tidak tinggi dan hidung beringus, kemungkinannya adalah ia menderita pilek (colds) biasa. Di lain pihak, batuk yang disertai 39 derajat Celcius atau lebih tinggi dimana anak tampak lesu dan napasnya cepat, pikirkan kemungkinan pneumonia. Pada kasus ini, hubungi dokter sesegera mungkin.

• Batuk dengan Muntah

Batuk yang berat pada anak seringkali merangsang refleks muntah. Biasanya, hal ini tidak membahayakan kecuali jika muntah berkelanjutan. Anak yang batuk dengan pilek (colds)/ flu atau asma, bisa muntah apabila lendir mengalir ke lambung dan menyebabkan mual. Perlu diingat, keadaan ini dapat merupakan hal yang biasa dan tidak berbahaya.

3 tahun - 4 tahun
20-30

5 tahun - 9 tahun
15-30

10 tahun atau lebih
15-30


Selain menghitung laju napas, anda dapat juga memperhatikan kepala dan dada anak. Bila anak cenderung menengadahkan kepala (ke belakang), hal ini menunjukkan adanya kesulitan napas pada anak. Disamping itu, dapat pula ditemukan cekungan di di bawah leher, di sela iga dan di atas ulu hati yang menunjukkan anak berusaha menggunakan otot bantu napas untuk memudahkannya bernapas. Perhatikan juga adanya napas cuping hidung yang menandakan kesulitan bernapas pada anak.

Penanganan Profesional

Salah satu cara terbaik untuk mendiagnosis batuk adalah dengan mendengar. Dokter akan menentukan cara penanganannya antara lain berdasarkan bunyi batuknya. Karena sebagian besar penyakit pernapasan disebabkan oleh virus, dokter tidak perlu meresepkan antibiotika pada banyak kasus batuk. Antibiotika tidak digunakan untuk pencegahan. Antibiotika dapat digunakan untuk "mengobati" infeksi bakteri tetapi antibiotika tidak mempunyai efek terhadap virus. Pada common colds, antibiotika tidak diperlukan karena karena antibiotika tidak mempercepat penyembuhan dan tidak mencegah komplikasi. Jika dicurigai pneumonia atau infeksi bakteria lainnya, dokter mungkin akan meresepkan antibiotika. Penggunaan antibiotika yang tidak tepat menyebabkan bakteri menjadi kebal (resisten) terhadap antibiotika. Resistensi ini merupakan masalah berat yang mengkhawatirkan seluruh dunia dan dapat menimbulkan penyakit yang serius dan kematian. Untuk mencegah resistensi ini, maka hal-hal yang perlu dilakukan antara lain adalah jangan meminta antibiotika pada dokter jika anda/anak anda mengalami pilek (colds). Di lain pihak, jika anda mendapat antibiotika untuk infeksi bakteri, gunakan sesuai petunjuk dokter; jangan berbagi antibiotika dengan orang lain.

Pada umumnya, obat-obat batuk tidak diperlukan. Obat-obat ini, baik yang diresepkan atau yang dijua! bebas, mungkin mempunyai efek samping yang tidak menyenangkan dan bahkan dapat berbahaya bag! bay! dan anak kecil. Biasanya yang paling baik ialah dengan membiarkan perjalanan penyakitnya, hingga penyakit itu sembuh dengan sendirinya.

Pneumonia, pertusis, RSV, dan kasus croup yang berat, mungkin perlu rawat inap di rumah sakit. Biasanya hal ini diperlukan hanya untuk pemantauan ketat dan untuk memastikan kecukupan asupan cairan. Kadang-kadang, jika anak mengalami kesulitan bernapas, diberikan oksigen.

Penanganan di Rumah

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah untuk membuat anak lebih nyaman saat ia sedang batuk. Namun, konsultasi ke dokter tetap diperlukan pada keadaan-keadaan seperti yang telah dijelaskan di atas.

• Jika anak menderita asma, pastikan bahwa anda telah menerima petunjuk penanganan asma dari dokter anak. Pantau perkembangan anak dengan seksama selama serangan asma dan berikan obat-obat asma sesuai petunjuk dokter.

• Jika anak -hidungnya tersumbat, bersihkan hidungnya sebelum memberikan makanannya. Untuk membersihkan lendir yang menyumbat hidung dapat digunakan tetes hidung yang mengandung garam fisiologis (NaCI 0,9%) sebanyak 2 tetes pada masing-masing hidung 15- 20 menit sebelum makan. Tetes hidung NaCI 0,9% tidak memiliki efek samping. Jangan gunakan tetes hidung yang mengandung obat lain, karena obat tersebut dapat diserap dalam jumlah yang berlebihan. Cara lain untuk membersihkan lendir yang menyumbat hidung yaitu dengan alat hisap yang terbuat dari karet. Jangan lupa untuk memencet alat tersebut terlebih dahulu, kemudian ujung karet dimasukkan ke satu lubang hidung, lalu perlahan keluarkan dan lepaskan pencetan pada alat tersebut. Cara ini akan mengeluarkan lendir yang menyumbat hidung dan memudahkan anak bernapas kembali. Teknik ini lebih mudah dilakukan pada bayi berusia kurang dari 6 bulan. Anak yang lebih besar mungkin akan menolak cara ini. Penggunaan garam fisiologis lebih dianjurkan daripada cara ini karena alat hisap tidak mudah didapatkan dan penghisapan yang tidak hati-hati dapat menyakitkan.

• Jika anak anda mengalami colds, beristirahatlah di rumah. Hal ini akan membantu penyembuhannya dan menghindarkan penularan pada orang lain. Ingat, cuci tangan merupakan hal yang penting untuk mencegah penularan.

• Jika anak terbangun pada malam hari dengan batuk seperti menggonggong", bawa anak ke kamar mandi,. tutup pintu, dan putar keran shower air hangat selama beberapa menit hingga memenuhi bathtub. Jika tidak ada shower air hangat, anda dapat memasukkan air panas ke dalam ember dan biarkan ruangan menjadi penuh uap. Duduklah bersama anak di lantai kamar mandi selama sekitar 20 menit. Uap air akan membantu anak bernapas lebih mudah.
Bacakanlah buku cerita supaya anak merasa nyaman.

• Jaga agar lingkungan tetap lembab (AC justru membuat ruangan menjadi kering).

• Minuman dingin seperti jus dapat memberi rasa nyaman. Hindari minuman bersoda atau minuman asam karena dapat merangsang saluran cerna.

• Jangan berikan anak (terutama bayi dan anak kecil) obat-obat batuk yang dijual bebas tanpa petunjuk khusus dari dokter. Kebanyakan obat-obat ini menekan batuk sehingga dapat membahayakan anak. Batuk tidak boleh ditekan karena batuk justru membantu mengeluarkan sekret/kotoran yang kadang-kadang timbul pada penyakit pernapasan. Pada beberapa keadaan, obat-obat ini bahkan menimbulkan efek samping yang berbahaya bila diberikan pada bayi dan anak yang masih sangat kecil. Selain itu, pedoman dosis obat-obat yang dijual bebas untuk anak seringkali berdasarkan pedoman dosis untuk dewasa (bukan diformulasi khusus untuk bayi), jadi obat tersebut mungkin tidak bekerja secara tepat seperti yang diinginkan.

Kesimpulan

Batuk merupakan gejala yang paling sering ditemukan pada anak. Meskipun kadang-kadang batuk terdengar berat, batuk umumnya tidak berbahaya dan dapat ditangani di rumah. Batuk merupakan suatu refleks tubuh untuk membantu membersihkan jalan napas kita. Ingat, batuk merupakan gejala dan bukan penyakit. Jika anak batuk, harus dipikirkan apa yang menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, kita perlu mengenal jenis-jenis batuk agar kita tahu bagaimana menanganinya dan kapan harus menghubungi dokter.

Tulisan ini disunting dari

· Coughs, Colds, and Antibiotics. JAMA & ARCHIVES JOURNALS. American Medical Assosiation. http://www.medem.com/medlb/article detaillb.ctm?article ID=ZZZAFHOC8GD&sub cat=277

· Common colds and Young Children.h ttp://www.aap.org/pubed/ZZZN097VA7Chtm?sub cat= 107

· Cough and Cold Remedies for The Treatment of Acute Respiratory Infection in Young Children. Department of Child and Adolescent Health and Development. World Health Organization.

· Dowshen S, Rutherford K. Your Child's Cough. Mayo Clinic.

· Matondang CS, Wahidiyat I, Sastroasmoro S. Diagnosis Fisik pada Anak. Sagung Seto, Jakarta, 2000; hal 205

Oleh Daulika Yusna + Sps

Jakarta , 6 April 2005

pesat 3: Masalah-Masalah Kesehatan Umum Pada Anak oleh dr Purnamawati S Pujiarto SpAK. MMPed


http://kautsarku.wordpress.com
Read More......

11 Kiat Hadapi Tangis si Kecil

Wajah buah hati Anda yang biasanya lucu menggemaskan tiba-tiba menjadi membuat Anda bingung, karena tangisnya yang tak jua berhenti. Masalahnya adalah, Anda tidak memahami tangisnya.

Saat bayi menangis kita sering menduga-duga penyebabnya. Mungkin dia lapar, mungkin popoknya basah, atau jangan-jangan kembung perutnya. Sebelas poin berikut mungkin akan berguna bagi Anda untuk membuat si kecil lebih tenang.

Pelajari pola tingkahnya

Bagaimana gerak si kecil sebelum menangis? Banyak bergerak, meringis, tangannya menggapai, bibir mungilnya bergerak ke kanan dan ke kiri, perubahan napas. Ini menandakan apakah dia tengah merasa bosan, minta gendong, lapar.

Beri kehangatan

Pada minggu-minggu pertama, bayi menerima banyak perubahan, suara hingar-bingar, cahaya terang, dan dia harus berpindah gendongan. Mungkin si kecil rindu suasana hangat semasa dalam kandungan. Beri dia kehangatan dengan mendekapnya. Biarkan dia mendengar irama musik yang baginya paling indah, yakni detak jantung ibu.

Minta perhatian

“Jangan sering digendong, nanti dia manja.” Ini salah. Justru, dengan lebih banyak didekap, akan timbul “ basic trust” . Jadi, seringlah gendong dia, dekap dia.

Waktunya ASI

Dugaan bahwa si kecil menangis karena lapar bisa jadi benar. Perutnya yang kecil belum bisa menahan makanan lebih lama sampai tiba waktu makan berikutnya. Rasa ingin makan bisa meningkat seiring bertambahnya waktu. ASI akan memenuhi rasa lapar itu. ASI cepat dicerna dan cepat diserap sehingga bayi akan cepat lapar lagi. Selain memenuhi rasa lapar, dengan memberikan ASI kedekatan ibu dan bayi akan semakin intens.

Jangan-jangan kolik

Baringkan bayi Anda dalam posisi tengkurap di tangan Anda. Letakkan pipinya pada siku Anda atau gendong dia di pundak, sambil tepuk-tepuk punggungnya. Jangan lupa sendawakan setiap kali bayi habis menyusui.

Bolehkah dibedong?

Bedong atau melilit bayi dengan kain lembut (dengan catatan tidak terlalu kencang) terkadang dapat membuat si kecil merasa aman dan nyaman. Jangan dibedong saat menetek.

Makanan apa yang Anda konsumsi?

Coba catat jam berapa si kecil menangis, coba ingat-ingat makanan apa yang Anda konsumsi sebelumnya? Jika Anda tengah menyusui, makanan yang Anda konsumsi mempengaruhi ASI. Coba hindari makanan tertentu, seperti: kafein, produk susu (susu, keju, yogurt), coklat, kacang.

Mandikan bayi

Mandi terkadang dapat menenangkan si kecil yang sedang menangis (dengan catatan bukan malam hari). Jika ada bath tube , coba berendam bersama bayi Anda. Ini akan menjadi stimulasi yang baik bagi si kecil.

Stop rokok

Jika orangtua merokok, risiko bayi mengalami kolik akan meningkat. Selain itu, rokok juga mempengaruhi kadar prolaktin (hormon yang membantu pembentukan ASI). Jadi, buat apa ambil risiko. Stop merokok sekarang juga.

Mungkin pijat dapat membantu

Sentuhan ibu adalah kehangatan bagi bayi. Sentuhlah bayi dengan lembut, telusuri lika-liku tubuh si kecil dengan lembut. Dengan pijat, sesungguhnya Anda telah menstimulasi otak si kecil. Pijat perut bayi searah jam, sesuai dengan jalannya makan dalam saluran pencernaan.

Memahami Tangis Bayi

Menangis adalah salah satu ekspresi si kecil saat dia tidak nyaman. Namun, menangis dapat menyehatkan karena perasaan sedih terlampiaskan. Episode menangis bisa beragam, bisa hanya beberapa menit, namun juga bisa berjam-jam lamanya. Ini biasanya dialami hal bayi dalam 3 bulan pertama kehidupannya. Bayi yang sedang ‘senang' pun kadang memilik jam-jam tertentu untuk menangis. Ya begitulah.., bagi bayi, tangis adalah caranya berkomunikasi. Tapi, jangan pula menganggapnya sepele, karena mungkin saja dia terserang gangguan pencernaan seperti kembung atau kolik.

Kuncinya ada pada Anda, kenali tabiat si kecil lewat pola tangisnya, dan jam berapa dia menangis. Yang terpenting, sentuhan kehangatan kulit Anda, saat menggendongnya dapat mengurangi kadar stres bayi sehingga ia menjadi lebih tenang.

http://kautsarku.wordpress.com
Read More......

9 Kesalahan Merawat Bayi dan Menghindarinya

Walaupun orang tua sudah berusaha merawat bayinya sebaik mungkin dan sarat dengan
teori-teori yang dibaca dari buku-buku mengenai cara merawat bayi/anak, ibu dan ayah yang baru memiliki bayi masih sering melakukan kesalahan. Mulai dari bayi yang tidak berhenti menangis sampai ke harus ruang gawat darurat sebuah rumah sakit. Berikut kesalahan yang kerap dilakukan dan cara mengatasinya.
1. Menengok bayi yang baru lahir
Bayi berusia di bawah enam bulan memerlukan waktu untuk membentuk sistem ketahanan tubuh yang kuat. Oleh sebab itu, Anda tidak boleh sungkan-sungkan meminta teman dan kerabat yang datang untuk mencuci tangan sebelum memegang bayi Anda dan minta kepada mereka untuk tidak berada terlalu dekat dengan bayi, terutama bila mereka sedang batuk atau flu.

Selain itu, hindari keramaian. Bila harus membawa si kecil keluar rumah, gendong anak dan hadapkan mukanya ke wajah Anda untuk menghindari orang yang tak dikenal berada dekat-dekat dengannya,

2. Pakaian
Bayi yang baru lahir sangat mudah kepanasan. Jadi, sebaiknya pakaikan baju yang tidak terlalu tertutup. Kenakan baju bayi sesuai cuaca sehingga dia tidak merasa terlalu kepanasan atau terlalu kedinginan.

3. Kunci sebagai pengganti mainan
Membiarkan anak Anda bermain dengan kunci sebagai pengganti mainan akan berisiko kunci tersebut dimasukkan ke dalam mulutnya. Bila gigi si kecil mulai tumbuh, simpan kunci-kunci karena kunci biasanya mengandung timah. Walaupun kadarnya rendah, tetap merupakan salah satu faktor penyebab penurunan IQ. Kadar timah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak.

4. Tidur tengkurap
Penelitian menunjukkan, bayi yang tidur tengkurap di atas selimut yang lembut berisiko 21 kali lipat terserang SIDS (sudden infant death syndrome/sindroma kematian bayi mendadak) dibanding bayi yang tidur telentang di atas selimut yang tak terlalu lembut atau mudah bergeser.

5. Kekurangan cairan pada bayi yang tidak rewel
Ada bayi yang tenang dan tidak rewel dan orang tua mengira bayinya tidak lapar. Hal ini ternyata keliru. Beri makanan pada bayi secara teratur dan perhatikan apakah ia sudah cukup makan atau belum. Tanda-tanda seorang bayi cukup makan adalah bila bayi mengompol paling tidak 6 kali dalam sehari pada usia satu minggu pertama sesudah kelahirannya. Bila Anda tidak melihat tanda-tanda ini, konsultasikan ke dokter.

6. Antibiotik
Banyak orang tua yang meminta dokter untuk memberikan antibiotik pada buah hatinya yang sedang sakit. Antibiotik tidak baik untuk penyakit yang disebabkan oleh virus yang umum seperti flu, muntah-muntah, diare, dan sakit tenggorokan (kecuali bila infeksi yang disebabkan oleh bakteri streptokokus). Selain itu, kebiasaan mengonsumsi antibiotik menyebabkan bayi menjadi kebal dan pada saat yang diperlukan antibiotik menjadi tidak berfungsi.

7. Dosis tepat
Beri obat pada si kecil sesuai dengan dosis yang disarankan. Dosis untuk bayi dan pada anak yang usianya lebih tua tidaklah sama. Untuk menghindari pemberian dosis yang berlebihan, ikuti saran yang diberikan dokter.

8. Benda-benda berbahaya
"Suatu hari saya menemukan kapur barus di dalam hidung anak saya", cerita seorang ibu yang mempunyai balita berusia 1,5 tahun. Begitu si kecil dapat merangkak, periksa seluruh sudut rumah Anda, perhatikan hal-hal yang berbahaya yang dapat dijangkau oleh anak Anda. Pindahkan stop kontak yang berada di bawah, singkirkan vas, pajangan-pajangan lain yang terbuat dari pecah-belah, ujung furnitur yang runcing, dan simpan obat-obatan dari tempat yang terjangkau oleh anak.

9. Anggapan bahwa alami berarti aman
Jangan menganggap bahwa produk alami aman bagi bayi sampai Anda mendapatkan kepastiannya dari dokter Anda. Hal yang sama berlaku bagi obat-obatan yang dapat Anda temukan di internet. Cetak informasi tersebut dan konsultasikan pada dokter anak Anda.

TIPS PENTING
* Kotoran bayi
Anda tidak perlu khawatir. Kadang kotoran bayi anda tampak aneh. Ada bayi yang kotorannya tidak keras, ada pula yang agak keras.

* Menggendong bayi
Pada usia 6 bulan sejak kelahirannya, sebaiknya Anda jangan terlalu sering menggendong si kecil.

* Demam
Pada bayi usia 6 minggu, Anda tidak perlu khawatir bila panas badannya mencapai 37°C sejauh dia tampak aktif dan gembira. Anda tidak perlu melarikannya ke rumah sakit, cukup menelepon dokter anak Anda.

http://kautsarku.wordpress.com
Read More......

7 Macam Obat yang Seharusnya Tidak Diberikan pada Bayi dan Anak-anak

Bayi dan anak-anak lebih banyak menghadapi risiko tinggi terhadap reaksi obat, sehingga memberikan obat baik melalui resep maupun obat-obatan bebas pada bayi adalah suatu hal yang harus disikapi dengan serius. (Bahkan, hingga bayi Anda menginjak usia 6 bulan, lakukan konsultasi pada dokter sebelum Anda memberikan obat-obatan apapun, selain asetaminofen dengan dosis khusus untuk bayi, yang boleh diberikan begitu bayi Anda berusia lebih dari tiga bulan.
Berikut ini adalah 7 jenis obat-obatan yang tidak boleh diberikan pada bayi dan anak-anak:

1. Aspirin
Jangan pernah memberikan aspirin atau obat-obatan lain yang mengandung aspirin pada bayi anda. Aspirin dapat membuat bayi rawan terkena Reye's syndrome – sebuah sindroma yang jarang terjadi namun dapat menyebabkan terjadinya penyakit yang fatal. Jangan menganggap bahwa obat-obatan untuk anak-anak yang Anda temukan di apotek sudah bebas dari aspirin. Aspirin seringkali juga di sebut sebagai “salisilat” atau “acetylsalicylic acid.” Bacalah label obat dengan baik, dan ajukan pertanyaan pada dokter atau apoteker bila Anda tidak yakin apakah suatu produk bebas dari kandungan aspirin.

2. Obat Anti Mual
Jangan pernah memberikan obat anti mual (baik yang diresepkan maupun yang dijual secara bebas) pada bayi Anda kecuali dokter memberikan rekomendasi secara khusus. Kebanyakan gejala mual dan muntah pada anak tidak berlangsung lama, pada anak-anak dan bayi gejalan tersebut dapat ditangani tanpa obat-obatan tertentu. Sebagai tambahan, obat anti mual juga memiliki risijo dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. (Bila bayi Anda muntah-muntah dan mulai mengalami dehidrasi, segera hubungi dokter Anda untuk minta nasihat apa yang harus Anda lakukan.)

3. Obat-obatan untuk Orang Dewasa
Memberikan obat yang diperuntukkan untuk orang dewasa dalam dosis yang lebih kecil adalah tindakan yang berbahaya. Bila dalam label obat tersebut tidak menunjukkan adanya dosis yang tepat untuk bayi seukuran anak Anda, jangan berikan obat tersebut pada bayi Anda.
Obat-obatan Apapun yang Diberikan Untuk Orang Lain Atau Untuk Alasan yang Berbeda
Obat-obatan dengan resep yang ditujukan untuk orang lain (seperti saudara kandung) atau untuk merawat penyakit yang berbeda akan tidak efektif atau bahkan berbahaya bila diberikan untuk bayi Anda. Berikan pada bayi Anda hanya obat-obatan yang memagn diresepkan untuk dirinya dalam kondisi yang spesifik.

4. Obat yang Sudah Kedaluarsa
Buang semua obat, baik obat resep maupun obat bebas sejenis, begitu obat-obatan tersebut kedaluarsa. Selain itu, buang juga obat-obat yang sudah berubah warna atau yang tabletnya sudah hancur—intinya buat semua obat-obatnya yang bentuknya sudah berubah sejak Anda membelinya. Setelah tanggal penggunaannya habis, obat-obat tersebut tidak lagi efektif dan dapat menjadi sangat berbahaya. Jangan buang obat-obatan lawas di lubang toilet, karena obat-obatan tersebut akan mengontaminasi air tanah dan pada akhirnya akan memengaruhi persediaan air minum Anda. Sebaiknya, bungkus dalam kotak atau tempat yang tidak dapat dibuka oleh anak-anak dan buang ke tempat sampah.

5. Dosis Asetaminofen Tambahan
Banyak obat-obat batuk dan pilek yang dijual secara bebas mengandung asetaminofen untuk membantu mengurangi demam dan rasa sakit, jadi hati-hatilah untuk tidak memberikan dosis asetaminofen tambahan pada bayi Anda. Bila Anda tidak yakin apa kandungan yang terdapat pada obat batuk dan pilek tertentu, tanyakan pada apoteker atau pada dokter anak Anda. Bila anak Anda telah meminum obat yang diresepkan oleh dokter, tanyakan dulu pada dokter anak Anda atau apoteker sebelum anda memberikan asetaminofen atau ibuprofen, untuk memastikan dosis tambahan tersebut boleh diberikan.

6. Obat yang Dapat Dikunyah
Tablet yang dapat dikunyah dapat menyebabkan bayi menghadapi bahaya tersedak. Bila bayi Anda telah makan makanan padat dan Anda ingin menggunakan tablet yang dapat dikunyah, sebaiknya Anda gerus dulu obat tersebut, lalu letakkan dalam sendok yang berisi makanan yang lembek, seperti yogurt atau saus apel. (Tentu saja, Anda harus memastikan bayi Anda memakan habis suapan dari sendok tersebut agar dosis yang diberikan bisa tepat).

Catatan Khusus
Dua jenis obat-obatan berikut ini tidaklah 100 persen dilarang, namun Anda harus berhati-hati dalam menimbang apakah Anda mau memberikan obat-obatan jenis ini pada bayi Anda.

Obat-obatan Herbal
Banyak obat-obat herbal (jamu) yang ringan dan aman, namun hanya karena obat-obatan ini terbuat dari sesuatu yang alami, atau dibuat dari tumbuh-tumbuhan, jangan menganggap bahwa obat-obatan jenis ini aman untuk bayi Anda. Produk-produk herbal dapat menyebabkan terjadinya reaksi alergi, kerusakan pada hati, dan meningkatnya tekanan darah. Dalam dosis tertentu, dan/atau bila dikombinasikan dengan obat-obatan yang salah, pemberian obat-obatan jenis ini dapat berakibat fatal. Konsultasikan dengan dokter anak Anda atau praktisi pengobatan alternatif yang Anda percaya sebelum memberikan obat-obatan herbal pada bayi Anda. Dan selalu beritahukan pada dokter Anda obat-obatan herbal apa yang dikonsumsi oleh bayi Anda sebelum ia memberikan resep obat.

7. Obat Batuk dan Pilek yang Dijual Bebas
Batuk akan membantu untuk membersihkan paru-paru bayi Anda, sehingga pemberian obat penekan batuk adalah sesuatu yang tdiak bermanfaat. Obat batuk dan pilek, termasuk juga dekongestan, tidak akan menyembuhkan bayi Anda. Yang dapat dilakukan oleh obat-obat tersebut hanyalah meredakan gejala yang mereka alami secara temporer. Dan obat-obatan tersebut mungkin dapat menyebabkan terjadinya efek samping yang tidak diinginkan, seperti gelisah dan mengantuk. Beberapa produk seperti ini juga cenderung tidak efektif, atau bahkan menyebabkan gejala awal yang telah terjadi malah semakin parah. Jadi bila bayi Anda tengah menderita selesma, pertama coba dulu pilihan-pilihan lain, seperti melembabkan ruangan dan memberikan lebih banyak ciaran. Lalu cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum Anda menyambar obat batuk atau pilek yang dijual secara bebas. (WM)

http://kautsarku.wordpress.com
Read More......

10 Jurus Mendidik Anak Optimis

Pada dasarnya, balita adalah orang-orang yang optimis. Mereka berpikir bahwa dunia ini amatlah menyenangkan. Jaga dan kembangkan optimisme ini dengan 10 langkah berikut:

Kenali Diri Anda
Jika Anda seseorang yang pesimis, anak Anda akan bisa merasakannya dan ia akan cenderung mengikuti cara pandang dan cara bicara Anda. Maka, bila Anda memang pesimistis, latih diri Anda dahulu untuk menjadi orang yang optimis. Dengan mendidik anak Anda, Anda bisa sekaligus mendewasakan diri Anda sendiri.

Hati-hati Ekspektasi Anda
Kalau Anda ingin anak Anda menjadi anak yang penakut dalam hidupnya, ia akan menjadi anak yang penakut. Riset menunjukkan bahwa anak-anak di usia dini bertingkah laku sesuai dengan ekspektasi orang tua mereka.

Berikan Pujian Pada Saat Yang Tepat
Buat pujian Anda mahal. Artinya, si kecil harus benar-benar berhasil mencapai sesuatu untuk mendapatkan pujian dari Anda. Memberikan pujian adalah hal yang baik dan suportif baginya. Tetapi bila Anda terlalu sering dan terlalu mudah memberikan pujian, akhirnya pujian Anda itu hanya akan terdengar seperti kalimat biasa dan bukan suatu hal yang pantas diperjuangkan.

Biarkan Ia Membuat Kesalahan
Ketika anak Anda terjebak dalam masalah, jangan langsung campur tangan lalu menyelesaikannya. Biarkan ia berpikir dan mencoba menyelesaikannya sendiri dulu. Bila anak Anda tidak pernah gagal, ia tidak akan tahu rasanya berada dalam kesulitan dan berpikir bagaimana cara keluar dari kesulitan itu. Ia tidak bisa belajar dan tidak memiliki keinginan untuk mencoba dan mencoba lagi sampai berhasil.

Berikan Kritikan Yang Membangun
Anda bisa memancing jiwa keberanian anak Anda dengan mengatakan kesalahannya agar ia tertantang untuk mencoba dan memperbaikinya. Tetapi kuncinya adalah cara penyampaiannya. Anda bisa menunjukkan kesalahannya atau Anda bisa juga menunjukkan siapa salah. Cara penyampaian yang membangun adalah menunjukkan apa yang salah dan apa yang ia bisa lakukan untuk memperbaikinya.

Biarkan Anak Anda Merasakan Emosi Buruk
Anda tentu tenang bila anak selalu gembira. Tetapi ada kalanya, anak harus menghadapi situasi dan berita buruk. Jangan lindungi ia dari hal-hal ini. Bila ada keadaan yang membuatnya sedih atau marah, dampingi ia. Biarkan ia merasakan kesedihan dan amarah itu sehingga ia memiliki pengalaman dan tahu bagaimana mengatasi perasaan yang tidak enak.

Jangan Membesar-besarkan Masalah

Salah satu sikap yang destruktif yang biasa dimiliki oleh orang-orang pesimistik adalah membesar-besarkan masalah. Bila menghadapi kesulitan kecil saja sudah merasa bertemu jalan buntu. Batita Anda kadang-kadang merasa demikian karena mereka memang belum memiliki pengalaman yang cukup untuk mengatasi kesulitan.

Cari Tahu Keahlian Anak Anda
Anak-anak memiliki banyak ketertarikan pada hal-hal di luar hal formal yang biasa dipelajari di sekolah. Adalah tugas Anda sebagai orang tua untuk mencari tahu hal apa yang menarik baginya. Jika Anda sudah tahu, misalnya anak Anda suka berenang atau main piano, Anda bisa mendukungnya untuk ikut kursus atau kompetisi kecil-kecilan. Dukungan Anda dalam melakukan hal yang ia sukai akan membuatnya merasa diterima. Ketika ia mengikuti perlombaan pada bidang itu, ia kemungkinan bisa menang. Kemenangan ini akan membawa kepercayaan diri dan sikap yang optimis.

Menikmati Tontonan Yang Optimistik Bersama
Anda beruntung, dalam beberapa tahun terakhir, produksi film animasi yang bermutu sedang meningkat. Salah satu favorit M&B adalah The Incredibles . Menonton film atau membaca buku cerita yang edukatif bisa menjadi sarana bagi Anda untuk menunjukkan contoh situasi kepada si kecil. Misalnya, "Lihat, Dash dan Violet berani di tinggal sendiri di hutan tanpa orang tua. Jadi kalau Reno di rumah saat mama dan papa pergi kerja, Reno tidak perlu menangis."

Senyum!
Menjadi orang tua adalah hal yang menyenangkan. Jika Anda menikmati menjadi orang tua, si kecil pun akan menikmati menjadi anak Anda. Nikmatilah kebersamaan Anda dan si kecil. Biarkan anak Anda tumbuh dengan karakter dan temperamennya. Arahkan hanya bila ia berjalan diluar jalur yang benar. Dengan begitu, ia bisa berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya. Anak-anak yang optimis adalah anak-anak yang merasa dicintai, dimengerti, dan bahagia dengan dirinya sendiri.

http://kautsarku.wordpress.com
Read More......