Suatu hari ada seorang pelukis terkenal sedang menyelesaikan lukisannya. Lukisan ini lukisan yang sangat bagus dan akan di perlihatkan pada saat pernikahan Puteri Diana.
Sang pelukis sangat senang ketika menyelesaikan lukisannya dan memandangi lukisannya yang berukuran 2x8m dan sambil memandanginya pelukis tersebut tanpa disadari telah berjalan mundur.
Dan ketika berjalan mundur pelukis tersebut tidak melihat kebelakang. Dia terus berjalan mundur hingga di belakangnya adalah ujung dari gedung tersebut yang tinggi sekali dan tinggal 1 langkah lagi dia akan mengakhiri hidupnya.
Salah seorang melihat pelukis tersebut dan hendak berteriak untuk memperingatkan pelukis tersebut tapi tidak jadi karena dia pikir mungkin ketika mendengar teriakannya, pelukis itu akan kaget dan malah jatuh ke belakang.
Kemudian orang tersebut mengambil kuas dan cat yang ada di depan lukisan tersebut lalu mencorat-coret lukisan tersebut sampai rusak. Pelukis tersebut sangatlah marah dan maju hendak memukul orang tersebut. Tetapi beberapa orang yang ada di situ menghadang dan memperlihatkan posisi pelukis tadi yang nyaris jatuh.
Kadang-kadang kita telah melukiskan masa depan kita dengan sangat bagus dan memimpikan suatu hari yang indah bersama dengan keluarga atau bersama dengan pasangan yang kita idamkan. Tetapi lukisan itu kelihatannya dirusak oleh Allah, karena Allah melihat bahaya yang ada pada kita kalau kita melangkah.
Kadang-kadang kita marah dan jengkel terhadap Allah atau juga terhadap orang lain. Tapi perlu kita ketahui Allah selalu menyediakan yang terbaik untuk kita, tidak perlu berkeras hati andai Allah tidak memberikannya sekarang, bukankah masih ada hari esok??? Mungkin Allah menilai kita belum begitu membutuhkannya sehingga Allah menundanya sampai hari esok.
Allah lah yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita dari pada kita sendiri, kalau kita merasa lebih tahu apa yang terbaik buat kita tentu lah itu bukan sikap muslim yang baik.
Salah seorang melihat pelukis tersebut dan hendak berteriak untuk memperingatkan pelukis tersebut tapi tidak jadi karena dia pikir mungkin ketika mendengar teriakannya, pelukis itu akan kaget dan malah jatuh ke belakang.
Kemudian orang tersebut mengambil kuas dan cat yang ada di depan lukisan tersebut lalu mencorat-coret lukisan tersebut sampai rusak. Pelukis tersebut sangatlah marah dan maju hendak memukul orang tersebut. Tetapi beberapa orang yang ada di situ menghadang dan memperlihatkan posisi pelukis tadi yang nyaris jatuh.
Kadang-kadang kita telah melukiskan masa depan kita dengan sangat bagus dan memimpikan suatu hari yang indah bersama dengan keluarga atau bersama dengan pasangan yang kita idamkan. Tetapi lukisan itu kelihatannya dirusak oleh Allah, karena Allah melihat bahaya yang ada pada kita kalau kita melangkah.
Kadang-kadang kita marah dan jengkel terhadap Allah atau juga terhadap orang lain. Tapi perlu kita ketahui Allah selalu menyediakan yang terbaik untuk kita, tidak perlu berkeras hati andai Allah tidak memberikannya sekarang, bukankah masih ada hari esok??? Mungkin Allah menilai kita belum begitu membutuhkannya sehingga Allah menundanya sampai hari esok.
Allah lah yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita dari pada kita sendiri, kalau kita merasa lebih tahu apa yang terbaik buat kita tentu lah itu bukan sikap muslim yang baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar